Tentang Wayang

Tentang Wayang : Kisah dan Filosofi Bagi Kehidupan

Menu tambahan ini diharapkan dapat menambah kita makin sehat secara holistik, terutama dari sehat perilaku dan sehat iman. Menu tambahan ini berisi kisah dari tokoh-tokoh wayang beserta pelajaran hidup apa yang bisa kita ambil dari tokoh ini. Agar runtut, menu ini akan disajikan menurut abjad mulai A sampai Z.

Secara ringkas dapat Inyong sampaikan bahwa kisah-kisah yang ada dalam cerita pewayangan, terutama dalam cerita Ramayana dan Mahabarata, dapat kita ambil pelajaran bahwa cerita tersebut bukan hanya semata-mata sebagai karya sastra manusia belaka. Jika kita mau membuka cakrawala lebih luas dalam pikiran, hati dan jiwa kita maka dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga bahwa kisah kehidupan para tokoh dalam pewayangan sebenarnya juga terjadi dalam kehidupan manusia baik masa lalu maupun masa kini. Jadi, cerita yang dikisahkan memberikan gambaran bahwa manusia dalam dirinya selalu mempunyai unsur hitam (kegelapan) dan putih (kebaikan). Setiap saat terjadi pertarungan dalam diri manusia antara kedua unsur itu, manakala unsure putih yang menang maka manusia lebih suci daripada para dewa (malaikat ?), sehingga malaikatpun menjadi iri;  dan manakala hitam yang menang maka manusia lebih jahat daripada binatang buas, sehingga setan pun bengong tak percaya.

Gambar yang tampil sebagai layar pembuka blog ini adalah sengkuni dan hanoman (senggono). Tokoh Sengkuni mewakili sisi gelap (hitam) manusia dan Senggono mewakili sisi baik (putih) manusia, meskipun dia  berujud kera. Gambar ini memberikan pelajaran bahwa jika kita mau berubah, maka Tuhan selalu memberikan begitu banyak jalan dari kegelapan menuju terang, sebagaimana gambaran dari kedua tokoh wayang tersebut.